Dalam Pidato Politik Kebangsaan pada Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) PKS, Senin (19/10/2026), Presiden PKS Almuzzammil Yusuf menyampaikan sejumlah pesan penting tentang arah perjuangan dan kontribusi PKS dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dari berbagai pesan tersebut, saya melihat ada tiga hal yang sangat relevan dengan agenda kepemudaan. Ketiganya bukan hanya memberikan arah bagi gerakan Pemuda PKS, tetapi juga menjawab sejumlah tantangan yang sedang dihadapi generasi muda Indonesia.
Saya kira, ketiga pesan ini perlu diterjemahkan menjadi agenda kerja yang konkret. Sebab, tantangan kita bukan hanya bagaimana memahami arahan tersebut, tetapi bagaimana menjadikannya sebagai gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Memperkuat Suara Kritis, Konstruktif, dan Solutif Anak Muda
Pesan pertama berkaitan dengan posisi PKS sebagai partai yang kritis, konstruktif, dan solutif. Menurut saya, pesan ini sangat relevan dengan karakter dan peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi.
Anak muda memiliki energi, keberanian, dan idealisme untuk menyuarakan berbagai persoalan yang mereka lihat di tengah masyarakat. Sikap kritis tersebut merupakan modal penting bagi kehidupan demokrasi yang sehat.
Namun, kita juga perlu menyadari bahwa kritik saja tidak selalu cukup untuk menghasilkan perubahan. Kritik perlu disertai pemahaman terhadap persoalan, gagasan yang konstruktif, dan alternatif solusi yang dapat dijalankan.
Karena itu, saya kira tantangan bagi kami adalah bagaimana menghadirkan anak muda yang tidak hanya berani mengkritisi kebijakan publik, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menawarkan jalan keluar.
Dalam konteks ini, kami di Bidang Kepemudaan DPP PKS akan terus mendorong kehadiran anak muda PKS di ruang publik, baik melalui forum diskusi, aktivitas komunitas, maupun platform digital.
Kami juga ingin memperluas interaksi dan kolaborasi dengan berbagai organisasi serta komunitas pemuda dan mahasiswa. Harapannya, semakin banyak anak muda yang dapat menyampaikan aspirasi, mendiskusikan persoalan publik, dan terlibat dalam proses mencari solusi.
Membantu Anak Muda Meningkatkan Kompetensi dan Kesempatan Ekonomi
Pesan kedua berkaitan dengan perhatian terhadap lapangan kerja dan peningkatan kompetensi generasi muda. Saya kira, ini merupakan salah satu persoalan paling nyata yang sedang dihadapi anak muda Indonesia.
Banyak anak muda memiliki semangat untuk bekerja, mengembangkan usaha, dan membangun masa depan yang lebih baik. Namun, tidak semuanya memiliki kesempatan dan sumber daya yang memadai untuk mewujudkan harapan tersebut.
Sebagian menghadapi keterbatasan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sebagian lainnya memiliki kemampuan, tetapi kesulitan memperoleh akses terhadap pekerjaan, permodalan, pasar, maupun jejaring usaha.
Karena itu, persoalan anak muda tidak cukup dijawab dengan motivasi untuk bekerja keras atau dorongan agar mereka menjadi wirausahawan, tetapi juga kesempatan dan dukungan nyata agar mereka dapat berkembang.
Di sinilah pentingnya program-program pengembangan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi yang dapat membantu anak muda meningkatkan kemampuan sekaligus memperluas kesempatan mereka.
Melalui berbagai program seperti Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI), Muda Mandiri (MM), dan kegiatan kepemudaan lainnya, kami ingin terus mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian generasi muda.
Kami juga menyadari bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak mungkin diselesaikan oleh organisasi kepemudaan sendirian. Diperlukan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, dan berbagai pihak lainnya.
Karena itu, selain menjalankan program pemberdayaan, PKS Muda juga perlu ikut mendorong kebijakan publik yang memberikan kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk bekerja, berusaha, dan meningkatkan kompetensinya.
Menyiapkan Pemimpin Muda yang Melayani dan Inovatif
Pesan ketiga berkaitan dengan kepemimpinan yang melayani dan kebijakan publik yang inovatif. Menurut saya, pesan ini perlu menjadi perhatian serius dalam proses penyiapan generasi pemimpin muda PKS.
Kepemimpinan tidak cukup dipelajari. Kepemimpinan juga harus dipraktikkan. Seseorang tidak otomatis menjadi pemimpin yang baik hanya karena memahami teori kepemimpinan atau memiliki kemampuan berbicara di depan publik.
Ia perlu memiliki pengalaman dalam memahami persoalan, mengambil keputusan, bekerja bersama orang lain, dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.
Terlebih lagi, jika kita ingin membangun kepemimpinan yang melayani. Ia harus memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat, kesediaan untuk mendengarkan aspirasi, dan kemampuan menghadirkan solusi yang memberikan manfaat.
Karena itu, kami ingin semakin banyak pemimpin muda PKS yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan, tetapi juga rekam jejak kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Salah satu agenda yang sedang kami kembangkan adalah Jalan Muda Parlemen (JMP), termasuk program JMP Berdaya.
Melalui program ini, kami ingin memberikan ruang bagi calon pemimpin muda PKS untuk mengembangkan kapasitas sekaligus memperoleh pengalaman langsung dalam menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Mereka didorong untuk mengenali persoalan nyata, membangun kolaborasi, mengembangkan gagasan, dan menjalankan kegiatan yang memberikan manfaat.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk karakter kepemimpinan yang peduli, bertanggung jawab, dan berorientasi pada penyelesaian masalah.
Dari Arahan Menuju Gerakan Nyata
Ketiga pesan Presiden PKS tersebut pada dasarnya sejalan dengan arah gerakan strategis yang sedang kami kembangkan di Bidang Kepemudaan DPP PKS.
Kami ingin memperkuat basis sosial melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata, menghadirkan wajah muda PKS yang kritis, konstruktif, dan solutif di ruang publik, serta menyiapkan generasi pemimpin muda yang memiliki kapasitas dan rekam jejak kontribusi.
Ketiganya merupakan agenda yang saling berkaitan dan perlu dijalankan secara terintegrasi. Tentu saja, agenda sebesar ini tidak mungkin hanya dijalankan oleh pengurus di tingkat pusat.
Diperlukan keterlibatan seluruh jajaran Bidang Kepemudaan PKS di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, termasuk organisasi sayap kepemudaan Gema Keadilan dan Garuda Keadilan.
Pada akhirnya, saya kira ukuran keberhasilan gerakan kepemudaan bukan hanya seberapa banyak kegiatan yang diselenggarakan atau seberapa besar jumlah anak muda yang berhasil dikumpulkan.
Lebih dari itu, kita perlu melihat seberapa besar manfaat yang dihasilkan, persoalan apa yang berhasil dibantu penyelesaiannya, dan seberapa banyak anak muda yang memperoleh kesempatan untuk berkembang.
Bagi kami, tiga pesan Presiden PKS ini bukan sekadar arahan untuk didengar, tetapi agenda yang harus dikerjakan. Insya Allah, Bidang Kepemudaan DPP PKS, bersama seluruh jajaran kepemudaan di daerah, Gema Keadilan, dan Garuda Keadilan, siap menjalankannya.
